taman cinta
Looking for real singles? Meet someone on the largest online dating network – photos, chat, more!

Wednesday, March 11, 2009

Kota Senja

Di hari itu aku tiny (nama samaran) merasa bahagia tak terhingga ketika suamiku pulang dari Perantauan. Suamaiku merantau ke sutau kota unatuk bekerja memenuhi kebutuhan ku dan anak-anak kami. Dengan penuh kegembiraan anak-anak ku menyambut kedatangan suamiku. Saat itu juga suamiku menagangkat kedua anakku dan mengendongnya. Tanpa basa-basi aku langsung memberikan dia minuman dan menyuruh dia untuk duduk. Kegembiraan itu makin meluap lagi sewaktu suamiku menayampaikan kabar baik bahwa ia sudah berhasil di perantauan, kehidupannya sudah membaik dan katanya kalau kami tidak akan hidup menderita lagi seperti sekarang ini. Aku merasa kalu doaku telah terkabul dan aku bersyukur. Karena hari sudah malam kami pun beranjak tidur. Tapi ternyata suamiku tidak mau tidur dia ingin melepaskan kerinduannya bersamamku dan melepaskan segala hasrat yang mengganggu. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan menikmati sepanajang malam itu di dalam asmara yang membara. Keesokan harinya kami sekeluarga bertamasya mengunjungi tampat yang sudah lama tidak kami kunjungi, tempat massa-masa kami berpacaran dulu saat suamiku tidak mempunyai uang untuk membawaku jalan-jalan ke tempat yang membutuhkan banyak uang untuk bisa kesanana. Tempat itu adalah sebuah perkampungan kecil yang di dalamnya terdapat sebuah sungai kecil yang banyak ikannya dan dipenuahi bunag-bunga indah yang harum dan langka. Kami sangat menikmatinya dan aku jadi semakin sayang kepada suamiku, aku berharap kami akan berkumpul menjadi suatu keluarga yang utuh tanpa dia harus bekerja jauh dari kami. Puas menikmati pemandangan yang tak tertandingi itu kami pun pulang kerumah. Malamnya suamiku mengatakan bahwa kami harus ikut dia tinggal di kota barunya, tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyetujuinya. Keesokan harinya aku dan suamiku bergegas pergi kekota itu dan dalam perjalanan aku membayangkan kalau aku akan bahagia hidup disana bersama suamiku. Sesampainya di rumah yang baru milik suamiku aku sangat terkejut karena rumahnya besar sekali dan aku tidak percaya bagaimana mungkin suamiku bisa punya rumah sebesar itu. Lalu aku menanyakan apa pekerjaannya sekarang, dia hanya jawab nanti kamu akan tahu sendiri. Aku menjadi penasaran, tapi aku tepis dulu prasangka yang bisa mengganggu kebahagiaanku. Tak berapa lama kemudian seorang wanita tua (55 tahun) keluar dari rumah itu dan menyambut suamiku denagan mesranya. Aku bingung tak habis pikir tanpa pikir panjang lagi aku langsung emosional dan berkata ’apa maksudnys ini mas?” Lalu sumiku menjawab bahwa wanita itu juga istrinya dan sekarang dia sudah memiiki dua istri. Aku shock dan pingsan. Tak berapa lama kemudian akupun sadar dan aku langsung beranjak dari tempat tidur. Aku langsung menjumpai suamiku yang ternyata sedang bercumbu dengan istrinya yang baru. Aku langsung bilang ”mas aku pulang sekarang” kamu pilih mana dia atau aku. Ternyata suamiku marah dan dia katakan kalau aku pulang , aku harus meninggalkan anak-anaknya dirumahnya. Aku semakin emosional dan langsung membawa barang-barabngaku dan anak-anakku pergi dari tempat itu. Bagaimanapun aku bukanlah manusia yang segampang itu untuk dimadu. Tapi suamiku menghalagi kepergianku dan mangatakan bahwa aku akan mendapatkan apapun yang kuinginkan disana, rupanya, dia telah menikah dengan perempuan tua yang kaya raya. Aku tetap pada pendirianku dan pulang membawa anak-anakku. Harapanku pun sirna ditelan kepahitan cinta. Oleh Tiny (nama samaran)

0 komentar:

Belum punya account Paypal ? Daftar Gratis disini

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Your Ad Here

  © 2009 Taman cinta

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP